Kimia XI

Tata Nama Alkana, Alkena, dan Alkuna

Tata Nama Alkana, Alkena, dan Alkuna

Fase                                  :       F

Kelas                                 :  XI SMA/MA

Pembelajaran                 : Daring Interaktif {Video, Diskusi, Kuis, dan permainan }

Alokasi Waktu                : 3 JTM

Deep Learning

Berkesadaran, bermakna, menggembirakan

A. Identitas dan tujuan pembelajaran

Topik: Tata nama senyawa hidrokarbon — alkana, alkena, dan alkuna.

Tujuan pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan perbedaan alkana, alkena, dan alkuna berdasarkan jenis ikatan karbon.
  2. Menentukan rumus umum hidrokarbon rantai terbuka dengan satu ikatan rangkap yang sesuai.
  3. Menentukan rantai induk, penomoran, cabang, dan posisi ikatan rangkap.
  4. Menuliskan nama IUPAC sederhana dari struktur alkana, alkena, dan alkuna.
  5. Menggambar struktur berdasarkan nama senyawa yang diberikan.
  6. Menjelaskan alasan pemilihan nama senyawa secara logis dan menghubungkan hidrokarbon dengan kehidupan sehari-hari.

Pemahaman bermakna: Perbedaan susunan atom dan jenis ikatan pada hidrokarbon menghasilkan nama, sifat, dan kegunaan senyawa yang berbeda.

Pertanyaan pemantik: Mengapa metana pada gas alam, etena untuk pematangan buah, dan etuna untuk pengelasan memiliki nama dan struktur yang berbeda?

Dimensi karakter dan kompetensi: Bernalar kritis, kreatif, mandiri, gotong royong, serta mampu mengomunikasikan alasan ilmiah.

B. Materi inti: Kenali tiga keluarga hidrokarbon

Hidrokarbon adalah senyawa yang tersusun hanya dari atom karbon (C) dan hidrogen (H). Berdasarkan jenis ikatan antaratom karbon, hidrokarbon rantai terbuka dibagi menjadi alkana, alkena, dan alkuna.

1. Alkana — ikatan tunggal

Semua ikatan C–C berupa ikatan tunggal. Alkana disebut hidrokarbon jenuh.

  • Rumus umum:
  • Akhiran nama: -ana
  • Contoh: metana (CH₄), etana (C₂H₆), propana (C₃H₈).
  • Contoh penggunaan: metana sebagai komponen utama gas alam dan propana sebagai komponen LPG.

2. Alkena — ikatan rangkap dua

Memiliki setidaknya satu ikatan C=C. Untuk alkena rantai terbuka dengan satu ikatan rangkap dua, rumus umumnya:

  • Rumus umum:
  • Akhiran nama: -ena
  • Contoh: etena (C₂H₄), propena (C₃H₆), but-1-ena (C₄H₈).
  • Contoh penggunaan: etena merupakan bahan baku industri dan dapat digunakan untuk merangsang pematangan buah secara terkontrol.

3. Alkuna — ikatan rangkap tiga

Memiliki setidaknya satu ikatan C≡C. Untuk alkuna rantai terbuka dengan satu ikatan rangkap tiga, rumus umumnya:

  • Rumus umum:
  • Akhiran nama: -una
  • Contoh: etuna (C₂H₂), propuna (C₃H₄), but-1-una (C₄H₆).
  • Contoh penggunaan: etuna atau asetilena digunakan sebagai bahan bakar pada proses pengelasan tertentu.

Tabel perbandingan

CiriAlkanaAlkenaAlkuna
Ikatan khasC–CC=CC≡C
JenisJenuhTak jenuhTak jenuh
Rumus umum rantai terbuka
Akhiran-ana-ena-una
Jumlah C minimum122
ContohPropanaPropenaPropuna

Catatan: Rumus umum tersebut berlaku untuk senyawa rantai terbuka tanpa cincin dengan satu jenis ikatan khas yang dijelaskan pada masing-masing kolom. Untuk senyawa dengan beberapa ikatan rangkap atau struktur siklik, rumusnya perlu disesuaikan.

D. Hafalkan awalan jumlah atom karbon

Jumlah CAwalanAlkanaAlkena/alkuna sederhana
1met-MetanaTidak dapat membentuk ikatan C=C/C≡C
2et-EtanaEtena / etuna
3prop-PropanaPropena / propuna
4but-ButanaButena / butuna
5pent-PentanaPentena / pentuna
6heks-HeksanaHeksena / heksuna
7hept-HeptanaHeptena / heptuna
8okt-OktanaOktena / oktuna
9non-NonanaNonena / nonuna
10dek-DekanaDekena / dekuna

Pada nama alkena dan alkuna, posisi ikatan rangkap harus dicantumkan ketika terdapat lebih dari satu kemungkinan posisi. Contohnya, but-1-ena berbeda dari but-2-ena.

E. Aturan tata nama IUPAC

Gunakan urutan berpikir rantai induk → penomoran → ikatan rangkap → cabang → nama akhir.

  1. Memilih rantai induk
  • Alkana: pilih rantai karbon terpanjang.
  • Alkena dan alkuna: pilih rantai terpanjang yang memuat ikatan rangkap yang relevan; utamakan rantai dengan jumlah ikatan rangkap maksimum bila ada lebih dari satu kandidat.
  • Memberi nomor pada rantai
  • Alkana: mulai dari ujung yang memberikan nomor terkecil pada cabang.
  • Alkena/alkuna: mulai dari ujung yang paling dekat dengan ikatan rangkap sehingga ikatan rangkap mendapat nomor terkecil. Bila perlu, bandingkan nomor ikatan rangkap sebelum nomor cabang.
  • Menentukan nama induk

Gunakan awalan jumlah atom karbon dan akhiran sesuai jenis senyawa: -ana, -ena, atau -una.

Contoh: 4 atom C dengan ikatan rangkap dua pada karbon 1 → but-1-ena.

  • Menamai cabang

Cabang alkil yang umum ialah metil (–CH₃) dan etil (–CH₂CH₃). Cantumkan nomor posisi cabang. Jika cabang sejenis muncul beberapa kali, gunakan di-, tri-, tetra- dan seterusnya.

  • Merangkai nama lengkap

Tulis nomor posisi dan nama cabang, lalu nama induk. Gunakan koma di antara angka dan tanda hubung di antara angka dengan kata.

Contoh: 2-metilbutana, 3-metilpent-1-ena, 4-metilpent-2-una.

Contoh 1 — Tata nama alkana

Struktur:

CH₃–CH(CH₃)–CH₂–CH₃

Langkah penyelesaian:

  1. Rantai induk terpanjang memiliki 4 atom karbon → butana.
  2. Penomoran dari kiri memberi cabang pada karbon nomor 2; dari kanan akan memberi nomor 3.
  3. Cabang CH₃ adalah metil.
  4. Nama senyawa: 2-metilbutana.

Contoh 2 — Tata nama alkena

Struktur:

CH₂=CH–CH(CH₃)–CH₃

Langkah penyelesaian:

  1. Rantai induk terpanjang yang mengandung C=C memiliki 4 atom karbon → butena.
  2. Penomoran dimulai dari ujung terdekat ikatan rangkap dua.
  3. Ikatan rangkap berada pada karbon 1; cabang metil berada pada karbon 3.
  4. Nama senyawa: 3-metilbut-1-ena.

Contoh 3 — Tata nama alkuna

Struktur:

CH₃–C≡C–CH(CH₃)–CH₃

Langkah penyelesaian:

  1. Rantai induk yang mengandung C≡C memiliki 5 atom karbon → pentuna.
  2. Ikatan rangkap tiga berada pada karbon 2 dari kedua arah penomoran; pilih penomoran yang memberikan nomor terkecil untuk cabang.
  3. Cabang metil berada pada karbon 4.
  4. Nama senyawa: 4-metilpent-2-una.

F. Kesalahan yang sering terjadi

  • Memilih rantai terpanjang yang justru tidak memuat ikatan rangkap pada alkena atau alkuna.
  • Menomori dari ujung yang salah sehingga posisi ikatan rangkap lebih besar.
  • Menganggap jumlah atom karbon menentukan nama tanpa memeriksa jenis ikatannya.
  • Lupa mencantumkan nomor posisi ikatan rangkap pada senyawa yang memiliki beberapa kemungkinan posisi.
  • Salah menuliskan cabang, misalnya menyebut CH₃ sebagai etil.

Kunci menghindari kesalahan: gambar rantainya, tandai ikatan rangkap, beri nomor, baru tuliskan nama.

G. Aktivitas interaktif: “Tebak Keluarga Molekul!”

Petunjuk untuk siswa: baca rumus atau struktur, tentukan jenis senyawa, lalu pilih jawaban. Kerjakan secara mandiri terlebih dahulu, kemudian diskusikan alasan pilihan dengan teman.

Kuis cepat 5 soal

Pilih satu jawaban untuk setiap soal, kemudian tekan Periksa Jawaban.

1. Senyawa CH₃–CH₂–CH₃ termasuk golongan apa?

A. Alkana

B. Alkena

C. Alkuna

2. Rumus molekul C₄H₈ dapat sesuai dengan alkena rantai terbuka yang memiliki satu ikatan rangkap dua. Apa nama induknya?

A. Butana

B. Butena

C. Butuna

3. Apa nama IUPAC CH₂=CH–CH₂–CH₃?

A. But-1-ena

B. But-2-ena

C. Butana

4. Apa nama CH₃–C≡C–CH₃?

A. But-1-una

B. But-2-una

C. But-2-ena

5. Pada CH₃–CH(CH₃)–CH₃, berapa nomor posisi cabang metil?

A. 1

B. 2

C. 3

H. Permainan kelompok daring: Detektif Nama Molekul

Durasi: 10 menit pada pertemuan kedua.

  • Guru membagi peserta didik menjadi kelompok kecil di breakout room.
  • Setiap kelompok menerima tiga struktur: satu alkana bercabang, satu alkena, dan satu alkuna.
  • Kelompok menuliskan nama IUPAC dan mengunggah hasilnya ke papan kolaboratif.
  • Kelompok lain memeriksa rantai induk, posisi ikatan rangkap, dan nomor cabang.
  • Guru memberikan poin untuk ketepatan, alasan ilmiah, dan kerja sama.

Contoh kartu tantangan:

KartuStrukturTugas
ACH₃–CH₂–CH(CH₃)–CH₃Tentukan nama IUPAC.
BCH₃–CH=CH–CH₃Tentukan nama IUPAC.
CHC≡C–CH₂–CH₃Tentukan nama IUPAC.

I. Asesmen pembelajaran

1. Asesmen diagnostik

Dilaksanakan pada awal pembelajaran, tanpa nilai akhir.

  1. Atom apa saja yang menyusun hidrokarbon?
  2. Apa perbedaan ikatan tunggal dan ikatan rangkap dua?
  3. Berapa jumlah atom karbon dalam propana?
  4. Apakah C₂H₄ termasuk alkana atau alkena? Jelaskan.
  5. Apa yang harus diperhatikan ketika menentukan nama senyawa bercabang?

Tujuan: mengetahui pengetahuan awal dan miskonsepsi peserta didik.

2. Asesmen formatif

Diberikan selama kegiatan latihan.

  • Tentukan golongan senyawa C₅H₁₂, C₅H₁₀, dan C₅H₈ berdasarkan kemungkinan struktur rantai terbuka yang sesuai.
  • Berikan nama untuk CH₃–CH₂–CH(CH₃)–CH₃.
  • Gambarkan struktur but-1-ena.
  • Jelaskan mengapa penomoran pada alkena harus memperhatikan posisi ikatan rangkap.
  • Berikan umpan balik terhadap satu nama senyawa yang dibuat kelompok lain.

Guru dapat memberi umpan balik singkat: “Sudah benar memilih rantai induk; sekarang periksa kembali nomor posisi ikatan rangkap.”

3. Asesmen sumatif

Tes akhir pembelajaran

Waktu: 20 menit • Pilihan ganda 10 soal • Setiap soal bernilai 10 poin

Petunjuk: pilih satu jawaban paling tepat. Untuk soal uraian atau penilaian proses, soal pilihan ganda.

Bagian A — Pilihan ganda

1. Senyawa hidrokarbon yang hanya memiliki ikatan tunggal karbon-karbon disebut ….

  • A. Alkana
  • B. Alkena
  • C. Alkuna
  • D. Alkohol

2. Rumus umum alkana rantai terbuka adalah ….

  • A.
  • B.
  • C.
  • D.

3. Nama IUPAC dari CH₃–CH₂–CH₂–CH₃ adalah ….

  • A. Propana
  • B. Butana
  • C. Butena
  • D. Pentana

4. Nama IUPAC dari CH₂=CH–CH₂–CH₃ adalah ….

  • A. Butana
  • B. But-2-ena
  • C. But-1-ena
  • D. But-1-una

5. Senyawa CH₃–C≡C–CH₃ bernama ….

  • A. Butana
  • B. But-1-una
  • C. But-2-ena
  • D. But-2-una

6. Nama IUPAC dari CH₃–CH(CH₃)–CH₃ adalah ….

  • A. Butana
  • B. 2-metilpropana
  • C. 2-metilbutana
  • D. Pentana

7. Rumus molekul yang sesuai dengan alkuna rantai terbuka yang memiliki satu ikatan rangkap tiga adalah ….

  • A. C₃H₈
  • B. C₃H₆
  • C. C₃H₄
  • D. C₃H₂

8. Dalam tata nama alkena, penomoran rantai induk dilakukan dengan tujuan utama ….

  • A. Memberikan nomor terkecil pada cabang tanpa memperhatikan ikatan rangkap
  • B. Memberikan nomor terkecil pada ikatan rangkap
  • C. Selalu dimulai dari ujung yang paling panjang
  • D. Memilih jumlah atom hidrogen terbanyak

9. Nama IUPAC yang tepat untuk CH₃–CH₂–CH(CH₃)–CH₃ adalah ….

  • A. 2-metilbutana
  • B. 3-metilbutana
  • C. Pentana
  • D. 2-metilpropana

10. Pernyataan yang benar tentang alkena dan alkuna adalah ….

  • A. Keduanya hanya mempunyai ikatan tunggal C–C.
  • B. Alkena memiliki ikatan rangkap dua, sedangkan alkuna memiliki ikatan rangkap tiga.
  • C. Alkena selalu mempunyai lebih banyak atom hidrogen daripada alkana dengan jumlah karbon sama.
  • D. Alkuna tidak mengandung ikatan antaratom karbon.

Bagian B — Uraian

11. Tentukan nama IUPAC dari struktur berikut dan jelaskan langkah penomorannya.

CH₃–CH(CH₃)–CH₂–CH₂–CH₃

12. Gambarkan struktur terkondensasi dari 3-metilbut-1-ena. Jelaskan bagaimana kamu menentukan rantai induk dan posisi cabangnya.

13. Seorang peserta didik menamai CH₃–CH=CH–CH₃ sebagai but-1-ena. Analisis kesalahan penamaan tersebut dan tuliskan nama yang benar.

Pedoman penskoran

Untuk 10 soal pilihan ganda:

Untuk asesmen yang menyertakan uraian, guru dapat memakai contoh pembobotan berikut:

KomponenBobot
Pilihan ganda60%
Uraian dan alasan ilmiah30%
Komunikasi dan refleksi10%
Total100%

Rubrik uraian per soal (skor maksimal 4):

SkorKriteria
4Nama/struktur benar dan alasan lengkap.
3Hasil benar, tetapi penjelasan kurang lengkap.
2Sebagian langkah benar, masih ada kesalahan penting.
1Menunjukkan pemahaman awal, tetapi jawaban mayoritas salah.
0Tidak menjawab atau tidak menunjukkan pemahaman yang relevan.

K. Penerapan Pembelajaran Mendalam

Agar pembelajaran tidak sekadar menghafal nama senyawa, murid dapat menerapkan tiga prinsip berikut.

1. Berkesadaran (mindful learning)

Peserta didik memahami tujuan, memeriksa proses berpikirnya, dan mengenali kesalahan penomoran secara mandiri.

2. Bermakna (meaningful learning)

Peserta didik menghubungkan struktur hidrokarbon dengan bahan bakar, bahan baku industri, dan pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari.

3. Menggembirakan (joyful learning)

Peserta didik berpartisipasi melalui kuis, permainan kelompok, tantangan struktur, dan umpan balik yang positif.

L. Refleksi dan tindak lanjut

Di akhir pembelajaran, peserta didik dapat menjawab tiga pertanyaan berikut melalui chat atau formulir refleksi:

  1. Apa perbedaan utama alkana, alkena, dan alkuna?
  2. Bagian mana yang paling sulit: menentukan rantai induk, penomoran, atau penamaan cabang?
  3. Strategi apa yang akan kamu gunakan agar tidak salah menamai senyawa?

Tindak lanjut guru:

  • Peserta didik yang belum mencapai kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran berlatih kembali memilih rantai induk dan menentukan penomoran menggunakan struktur sederhana.
  • Peserta didik yang sudah menguasai materi diberi tantangan struktur bercabang yang lebih kompleks dan diminta menjelaskan alasan penamaannya.
  • Guru mengevaluasi hasil kuis, diskusi, dan refleksi untuk menentukan materi penguatan pada pertemuan berikutnya.

Share this post :

Facebook
X
WhatsApp
Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penerimaan Peserta Didik Baru

Tahun Pelajaran 2025/2026
Latest News
Categories