Mata Pelajaran ASWAJA Kelas XI

Materi: Cara Bertaqlid yang Benar

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Salin dan kerjakan dibuku tulis!

A. Identitas Peserta Didik

Nama: …………………………………………………………..Kelas: …………………………………………………………..

No. Absen: …………………………………………………….Hari/Tanggal: ………………………………………………..

B. Tujuan Pembelajaran

Setelah mengerjakan LKPD ini, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian taqlid dalam ajaran Islam.
  2. Menjelaskan hukum dan alasan diperbolehkannya taqlid bagi orang yang belum mampu berijtihad.
  3. Mengidentifikasi cara bertaqlid yang benar menurut paham Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).
  4. Menunjukkan sikap menghormati ulama dan menjaga persatuan umat Islam.

C. Materi Singkat

1. Pengertian Taqlid

Taqlid adalah mengikuti pendapat atau ketentuan hukum dari seorang ulama yang memiliki keahlian dalam memahami hukum Islam, tanpa mengetahui secara terperinci seluruh dalil yang digunakan oleh ulama tersebut.

Taqlid diperlukan bagi umat Islam yang belum memiliki kemampuan untuk menggali hukum Islam secara langsung dari Al-Qur’an dan hadis.

2. Pentingnya Taqlid

Taqlid memiliki beberapa tujuan, antara lain:

  • Membantu umat Islam melaksanakan ibadah sesuai tuntunan syariat.
  • Memudahkan orang awam memahami dan mengamalkan hukum Islam.
  • Menjaga keteraturan dalam menjalankan ajaran agama.
  • Menghormati keilmuan para ulama yang ahli dalam bidang fikih.

3. Cara Bertaqlid yang Benar

Cara bertaqlid yang benar meliputi:

  1. Mengikuti ulama yang terpercaya, memiliki ilmu agama, dan dikenal memiliki integritas.
  2. Mengikuti pendapat mazhab yang diakui, seperti mazhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali dalam bidang fikih.
  3. Bertanya kepada ahli agama apabila belum memahami tata cara ibadah atau hukum suatu permasalahan.
  4. Tidak memilih pendapat hanya demi kepentingan pribadi, misalnya sekadar mencari pendapat yang paling mudah tanpa mempertimbangkan dasar dan ketentuan hukumnya.
  5. Menghormati perbedaan pendapat di antara ulama selama perbedaan tersebut berada dalam ranah yang memang diperbolehkan.
  6. Tidak bersikap fanatik berlebihan hingga merendahkan atau menyalahkan orang lain yang mengikuti mazhab berbeda.

Dalam tradisi Aswaja, mengikuti mazhab fikih merupakan salah satu cara bagi umat Islam yang belum mampu melakukan ijtihad untuk mengamalkan ajaran Islam dengan bimbingan ulama.

D. Kegiatan 1 — Memahami Materi

Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!

  1. Apa yang dimaksud dengan taqlid?
  2. Mengapa orang yang belum mampu berijtihad perlu mengikuti ulama?
  3. Sebutkan empat mazhab fikih yang diakui dalam Islam!
  4. Mengapa kita harus memilih ulama yang terpercaya ketika bertaqlid?
  5. Bagaimana sikap kita terhadap orang yang mengikuti mazhab berbeda?

E. Kegiatan 2 — Analisis Kasus

Bacalah kasus berikut, kemudian jawablah pertanyaannya.

Kasus 1

Ahmad belum memahami tata cara salat secara terperinci. Ia kemudian bertanya kepada ustaz yang memiliki pengetahuan agama dan mengikuti penjelasan fikih yang diberikan.

Pertanyaan: Apakah tindakan Ahmad termasuk cara bertaqlid yang benar? Jelaskan alasannya!

Jawaban:

…………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………

Kasus 2

Budi sering berpindah-pindah pendapat ulama hanya untuk mencari cara ibadah yang paling mudah, tanpa memahami ketentuan atau alasan hukumnya.

Pertanyaan: Apakah tindakan Budi sudah mencerminkan cara bertaqlid yang benar? Jelaskan!

Jawaban:

…………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………

Kasus 3

Siti mengikuti mazhab Syafi’i, sedangkan temannya mengikuti mazhab Hanafi. Keduanya tetap berteman dan saling menghormati dalam menjalankan ibadah.

Pertanyaan: Sikap positif apa yang dapat diteladani dari Siti dan temannya?

Jawaban:

…………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………

F. Kegiatan 3 — Menjodohkan

Pasangkan pernyataan pada kolom A dengan jawaban yang tepat pada kolom B!

No.Kolom AJawaban
1Mengikuti pendapat ulama yang ahli dalam hukum Islam….
2Ulama yang mampu menggali hukum Islam dari dalilnya….
3Mazhab fikih yang banyak diikuti umat Islam di Indonesia….
4Sikap terhadap perbedaan mazhab yang dibenarkan….
5Bertanya kepada orang yang memahami hukum Islam….

Pilihan jawaban:

A. Menghormati perbedaan

B. Mazhab Syafi’i

C. Bertaqlid

D. Ulama ahli agama

E. Meminta bimbingan

G. Kegiatan 4 — Refleksi

Lengkapilah pernyataan berikut!

1. Setelah mempelajari materi ini, saya memahami bahwa taqlid adalah ….

2. Sikap yang harus saya tunjukkan terhadap perbedaan mazhab adalah ….

3. Manfaat mengikuti bimbingan ulama bagi kehidupan saya adalah ….

H. Penilaian

Pedoman Penskoran

  • Kegiatan 1: 5 soal × 10 = 50 poin
  • Kegiatan 2: 3 soal × 10 = 30 poin
  • Kegiatan 3: 5 soal × 4 = 20 poin

Nilai akhir = jumlah skor yang diperoleh, maksimal 100.

Share this post :

Facebook
X
WhatsApp
Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penerimaan Peserta Didik Baru

Tahun Pelajaran 2025/2026
Latest News
Categories